Senin, 01 Desember 2008

malam malam kini tanpamu

Pagi ini,saat tidak biasanya sebuah sms masuk mengusik heningku,saat aku lagi
Asyik membaca berita di koran pagi.Dan aku sedikit kaget setelah mengetahui ternyata
Kamu yang menyapa aku dipagi ini.Bagiku,kamu telah menghilang jauh,menghilang entah kemana.bila kita sebuah tim,kamu telah aku keluarkan dari sebuah tim itu.Namun,
Aku sangat rindu padamu,jujur aku merasa sangat kehilanganmu,hanya karena egoku,tak mungkin aku mengakui itu padamu.saking merasa sangat kehilanganmu,ini ku anggap
dan terus berusaha mengganggap kamu tidak pernah hadir dalam hidupku.Kamu mungkin tidak tahu bahwa semua nomor teleponmu telah aku hapus,itu juga bagian dari sebuah cara bagiku untuk menggangap keberadaamu saat dulu tidak pernah exist,menganggap keberadaanmu hanyalah ilusi semata,sebuah tokoh fiksi dalam sebuah cerpen ataupun novel bersambung.Tentu kamu akan marah jika kamu emang mengetahui sebegitu dalamkah aku untuk menghilangkan jejakmu dalam hidupku.Hari ini pun,saat sms kamu masuk,betapa aku berharap aku telah berhasil melupakanmu,nomor nomormu,berharap aku bisa berucap”ini siapa ya?,nomormu tidak ada di phonebook aku.”Tentu kamu akan sangat marah dan tidak mungkin lagi kamu akan membalas sms itu,dan pasti menganggap diriku sangat sombong hingga hanya sekejap telah melupakanmu.dan bagiku seandainya itu terjadi,kamu membenciku dan aku tidak ingat lagi siapa dirimu.Beginilah kita berakhir dengan sebuah proses alamiah,mungkin tidak benar kata alamiah bagimu,namun bagiku alamiah terasa pas karena memang secara impulsif aku telah
melupakanmu.
Kini,bila malam datang sepiku kian terasa.Kamu yang biasa selalu menyapa dikala malam,bertanya tentang apa yang sedang aku lakukan,bertanya tentang info info film terbaru,meminta pendapatku tentang lagu lagu,sampai kamu suka menuangkan curahan hatimu soal keluargamu,tentang pacarmu,tentang temanmu.Masih ingatkah kamu waktu
Kita membahas tentang sebuah serial,semua adegan yang aku suka juga merupakan adegan yang kamu suka.Kecocokan kita teramat sangat soal film.Adegan dimana si cewek
membahas soal cinta dengan temannya,teman si cewek mengatakan bahwa dia sangat
menyukai cowok yang berpenampilan keren,tubuh yang kekal,yang selalu bercelana
jeans,dan cewek itu membalasnya”itu bukan cinta,kalo cinta,kamu tidak akan mempe-
dulikan apa yang dipakai oleh kekasihmu,bagaimana posturnya,apa yang terjadi den-
gannya,kamu akan selalu mencintainya”.Masih ingatkah kamu dengan adegan itu?
Ada satu adegan lagi yang selalu kita bahas,saat seorang pria yang sangat menyukai
si wanita,namun wanita itu sama sekali tidak mencintainya,saat pria itu mengejar wanita itu di pantai,wanita itu menyuruh pria itu menjawab pertanyaanya.Masih ingatkah kamu
akan pertanyaan si wanita itu,aku yakin kamu masih ingat.Wanita itu menyuruh pria itu
menjawab,berikan alasan kenapa pria itu mencintai dia,tapi pria itu sama sekali tidak bisa
menjawab kenapa dia mencintai wanita itu.Di situ kita sepakat bahwa kadang cinta itu
tidak perlu ada alasan,kita mencintainya karena memang kita mencintainya,kita tidak tahu juga kenapa bisa mencintainya.Kita ngobrol tentang musim musim yang disukai.
Kamu mengatakan padaku,kamu menyukai musim gugur,daun daun yang menguning,
Daun daun yang berterbangan,ranting ranting kering,namun kamu juga bilang padaku kamu menyukai salju,itulah topik topik yang kita bahas dikala semuanya mungkin telah tertidur lelap.
Kini,malam malam datang tanpa ada menyertai dirimu lagi.Aku merasa kamu telah
terlepas dengan malam yang datang menyambutku,seperti sebuah kereta yang terus mem
bawaku berlaju,malam malam dulu,kita berdua dalam kereta itu,namun malam malam kini kamu telah berhenti di stasiun pemberhentian dan kamu keluar meninggalkanku seorang diri kini dalam kereta yang terus melaju.Saat malam malam bersamamu,saat emosi aku sedang kacau,aku merasa sangat lelah,semakin kamu menyapaku,semakin aku
merasa lelah dan mungkin aku merasa hati yang perih,mungkin juga karena egoku.Kamu
tahu kenapa aku lelah,bersamamu aku hanya bisa mendengar suaramu dengan terpisah
oleh jarak yang jauh.Aku tak sanggup meraihmu,menatapmu,melihat ekpresimu,melihat senyummu,kamu juga yang menolak untuk aku gapai.Kamu tahu,kadang betapa tersiksa-
nya perasaan ini,bagaikan disaat aku kehausan,aku hanya memandang segelas orange juice dari balik kaca yang tak mampu aku mengambilnya.Tapi,cinta tidak untuk memiliki
dan dimiliki,karena cinta hanya hidup untuk cinta.Begitu yang pernah saya baca dari sebuah buku sastra.
Kamu tahu?malam malam bersamamu aku telah tahu,suatu saat akan berakhir dan telah lama aku mempersiapkan diri ini untuk menghadapinya,menghadapi tanpa keha-
diranmu.Dan akhirnya sebuah hari penantian kamu sampaikan kepadaku.Saat aku jalan
jalan di sebuah pantai,teleponmu masuk,kita mengobrol santai,kamu mengatakan beta-
pa rindunya kamu akan suasana pantai,namun di akhir percakapan,kamu memberitahuku
kamu berdua telah memilih dan menetapkan sebuah hari pernikahan.Kata katamu men-
yumbat mulutku,walau tidak kamu sadari.Aku terpaku,aku terpana,mataku kosong mena-
tap gelombang ombak di depan,terasa hampa mendengar suara desiran angin yang berhembus kencang.Bagiku,saat itu seakan semuanya berhenti,waktupun berhenti dan mendapati diriku berada di ruang yang hampa.Mungkin tidak kamu sadar,itulah kata kata yang paling takut bagiku untuk didengar.
Hari hari terus berjalan,kamu tahu,malam malam tidak semesra dulu,kala pertama kali kita berkenalan,kala kita berdiskusi tentang film-filmdan apakah kamu tahu juga,saat
aku sedang jalan jalan di mal,berkali-kali aku berpapasan denganmu,memdapatimu ber-
gandengan mesra dengan calon suamimu,namun berkali-kali juga berhasil aku melepaskan diri dari pandanganmu,seakan kamu tidak merasakan keberadaanku.Jujur ku katakan,tak sanggup diri ini menemuimu,sekedar berpapasan denganmu saja aku tidak sanggup.
Akhirnya,hari penantian itu tiba dengan datangnya sebuah kartu undangan darimu.
Kamu tahu,aku memikirkan beberapa skenario untuk itu.skenario untuk tidak hadir dalam
hari sakralmu,skenario hanya hadir untuk menyapa dan pergi setelah itu,sampai skenario
pergi dengan bergandengan seorang cewek.Alangkah bodohnya diriku ini,ha ha.semua
skenario itu hanya mendatangkan luka di hati.Akhirnya aku memilih datang sendiri,kamu
terasa senang melihat kedatanganku,bagiku sendiri kedatangan ini sekaligus perpisahan
itu sendiri.tidak lupa kamu memintaku foto bersama,sungguh ingin memenuhi permin-
taanmu,namun tahukah kamu ku sembunyikan luka ini di hati.Dari jauh ku memandang
mu,bagiku itu cukup sudah,bagian akhir dari sebuah kisah,dan aku pun melangkah keluar.
Apakah kamu ada mencariku,menyisiri semua ruangan untuk melihatku,memanggilku
untuk foto bersamamu..ah,bagiku toh semuanya itu tidak penting,yang terpenting adalah
kisah ini berakhir.
Kini,malam ini,aku bercerita tentang kisah kita.Bagiku,peranmu telah habis.hanya
penggantimu belum aku temukan,mungkin tidak ada yang sepadan menggantikanmu.
Aku terkejut,handphone aku berdering,sebuah sms masuk,mengingatkanku padamu.
ternyata..ha ha.”Pelanggan yang terhormat,nikmatilah tarif 0,01 detik di bulan Desember
dari jam 12 malam sampai jam 8 pagi,bla bla bla….”

Tidak ada komentar: