Pohon-pohon yang kekeringan di waktu lalu,kini daun hijau kembali sudah memenuhi hampir semua Ranting-rantingnya,rumput-rumput liar yang tadinya mengering kini telah menjelma menjadi bak permadani hijau yang memenuhi halaman rumah,bunga-bunga kembali bermekaran di taman yang aku sudah lupa berapa lama telah di telantarkan.aku baru sadar setelah hijaunya pohon-pohon itu yang menari-nari di depanku karena tiupan angin,aku baru sadar saat berbagai jenis kupu-kupu,kumbang dan lebah yang datang menari dan menyanyi di depan taman bungaku,aku baru menyadarinya saat tiba-tiba seekor burung yang bernyanyi riang memanggil pasangannya tepat di atas kepalaku,hinggap di salah satu ranting pohon cemara di taman,seakan selama ini aku tertidur,dan terus tertidur dalam satu dunia yang di payungi dan dibatasi tembok akan kesedihan karena kepergianmu yang hantu pun mungkin tidak Pernah menduganya waktu itu,mengingat betapa aku dan dirimu bagai sepasang sumpit yang tanpa kamu ataupun diriku ,kita bukanlah sumpit,dan hanyalah sepotong batang bambu
Dan kamu pergi,diriku kembali menjadi sebatang bambu tanpa arti ,hingga hari ini,saat tiba-tiba aku di bangunkan oleh suara-suara indah yang di dengungkan dalam telingaku,angin-angin sejuk yang menyibak rambutku, warna-warna segar yang menjernihkan mataku,menebarkan aroma-aroma wangi
Dari taman bungaku,semua mengalir ke dalam jiwaku,seakan membangunkanku dari mimpi panjang.
Kepergianmu,membuatku hidup di antara dua dunia,dan dunia itu adalah remang-remang,bukanlah hitam ataupun putih,namun kelabu,bukanlah siang dan malam,namun siang ku jadikan malam dan malam ku jadikan siang.
Hari ini saat aku memandang dalam dunia pagiku yang indah,aku sadar,aku yang menutup duniaku dan mungkin duniamu juga,tapi dunia tidak pernah menutup untuk seorang diriku,selama ini aku selalu mengganggapnya kelabu tetapi dalam malamnya ia mendatangkan bintang bagiku,dan dalam siang ia mendatangkan mentari untukku.semua tetap berjalan begitu indah baik bersama dirimu ataupun tanpa dirimu.Dan pagi ini,aku menyapa dunia juga ku selipkan beberapa kata untuk menyapa dirimu.
“kamu baik-baik saja?semoga begitu”sesaat ku memandang seekor rajawali terbang jauh dalam langit biru,ia bebas pikirku,aku ingin menjadi rajawali itu,gumamku dalam hati.Selama ini kamu membiarkan aku memilikimu,dan aku merasa kamu bahagia dalam kebersamaanku,namun aku lupa kita semua bisa berubah,bagai musim-musim yang berganti,saat cinta laksana bunga indah bermekaran,kita berdua mabuk dalam asmara,dan kita mabuk berbulan-bulan dan bertahun-tahun hingga suatu saat bunga kembali berguguran,kita tersadar dari mabuk itu dan suatu hari kamu hanya meninggalkan secarik kertas Berisi permintaan maafmu dan kamu pun pergi,lalu aku terjatuh,terpukul,hingga luluh lantakkan dalam jiwaku.
“cinta tidak bisa dimiliki dan memiliki”harusnya aku sadar,aku tidak bisa juga menyalahkan egoismu.
Semua memang dari ada menjadi tiada dan tiada menjadi ada,datang dan pergi.”aku mengerti,sayang.bukan karena pergimu atau hadirmu,karena hidup terus berjalan ada ataupun tiada dirimu dalam sisiku”
(spesial for their who ever maybe have same situation like this story)
Surat Suara Tanpa Angka
11 tahun yang lalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar